Kembalinya Bulan Ramadhan
Bulan ramadhan adalah bulan penuh ampunan, dimana umat islam banyak melakukan kewajiban dan kebajikan selama sebulan penuh. Sholat taraweh puasa seharian penuh dan dan beramal kebaikan di jadikan moment menghapus dosa yang lalu, setiap kegiatan sholat shubuh sampai isya selalu di lakukan di mesjid dan di rumah tidak mengurangi pahala ibadah seseorang. Bagaimana bila kita mengerjakan dengan niat iklas dan penuh semangat pasti akan terbayar dengan berbuka di jam saat kita menikmati hidangan makanan bebuka puasa terasa nikmat. Ada peristiwa sewaktu kejadian masa sekolah dan menginap di rumah saudara ku dan sepupuku melakukan kegiatan sangat semangat yaitu sholat taraweh dan bisa menikmati suara-suara mercon dan kembang api yang di nyalakan oleh anak-anak gang menuju mesjid kami melakukan taraweh.
Bukan karena itu saja karena si sepupu yang jarang keluar rumah dia akan senang bila di ajak keluar rumah, ada kala kami saling menggoda satu sama lain, yaitu melakukan permainan petak umpet.. dan kondisi saya adalah paling sering ngerjain si adek sepupu bukan kemenangan yang ku dapat malah ada kata sial pada malam itu setelah rakaat terakhir aku kira aku duluan keluar mesjid ternyata aku sudah di duluani sama si adek sepupu. Aku rencananya berusaha bersembunyi malah yang ada kecemplung sebuah paritnya mesjid di lokasi persis samping pagar yang aku aba abani biar bersembunyi di balik pagar.
Bukan nya menang malah apes yang aku dapat..resiko malam taraweh itu membikin semua irang terkaget-kaget karena jamaah masjid semua pada berkeluaran gara-gara ada anak yang kecemplung parit yang bau luarr biasa parit yang bercampur limbah deterjen dan sampah yang dari pemukiman warga kota di tempatku di besarkan.
Alhasil si sepupu terkaget-kaget dan menutup hidung dan menjaga jarak melihat mukenaku yang ku pakai berwarna hitam oli mesin, dan aku juga tidak bisa menahan kaget ku sekaligus lucu..aku pun tetap berusaha untuk tidak cengeng karena ulahku sendiri yang mau bermain petak umpet di saat lampu masjid yang kurang menerangi halaman mesjid yang saat itu orang kampung banyak melakukan ibadah di mesjid.
Setiba di rumah langsung ku bilas dan baunya sampai ke atas ruko lantai 2 rumah si sepupu kami pun menceritakan penuh semangat dan suka ria menceritakan ke pauk an ku karena telalu ceroboh mengambil tempat persembunyian yang asal-asalan. Allahuakbar...
Semangat ramadhan semoga kita selalu di beri kemudahan dan kegembiraan menyambut ramadhan tiba..
🏳️🌈🏳️🌈🏳️🌈
Komentar
Posting Komentar