Takut
Apa yang bikin kita takut? Dan apa sih pengertian takut. Takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.
Takut bila kita melakukan kesalahan makanya sikap hati-hati menjadi utama, dan sikap hati-hati adalah penyambung rasa dari takut, bisa jadi penentu keputusan bila kita belum bisa memperkirakan perihal apa yang akan terjadi pasti ada yang menjadikan lebih takut.
Rasa takut biasanya menyerang di segala level umur, datang menyergap tanpa aba-aba. Bila pada anak saja terserang takut biasanya akan menangis, dan bila usia bayi juga pasti otomatis akan mencari perlindungan karena rasa takut di level anak adalah karena melatih kebiasaan mereka untuk bersikap hati-hati.
Ada lagi yang bikin kita ada yang hidup dengan ketakutan karena ada peristiwa yang bikin trauma dan ada yang takut bila ada kejadian karena situasi terjadi misalkan takut datang terlambat, lebih lanjut rasa takut itu bila kita tidak bisa menerima suatu keadaan karena rasa takut semakin baik lagi bila di jadikan sebagai alaram.
Adapun cara ketika takut itu datang terjadi sebisa mungkin untuk tenang dan senantiasa berdoa, dan apabila ada kejadian sudah bisa kita tebak rasa takut seketika itu hilang. Bila rasa takut terlanjur datang adalah bagaimana bisa kita ambil manfaat apa yang bisa kita petik walaupun rasa tidak nyaman tapi harus menyelesaikan.
Manfaat takut karena sifat kehati- hatian penentu pilihan atau keputusan apa yang kita ambil jadi tidak melulu kita hindari atau pasrah tapi lebih cenderung mengarah untuk mengambil solusi untuk lebih bijak dan melihat dari sudut pandangan positif.
Sifat takut biasanya lebih komplit lagi pada orang dewasa biasanya lebih cenderung ke fobia atau trauma karena mengalami kejadian masa lampau yang kurang menyenangkan. Dan bagaimana bisa berdamai dengan rasa takut adalah menjadi sebuah kunci jawaban untuk tetep bisa menjadi partner pengambik keputusan kita di masa depan.
Komentar
Posting Komentar